October 20, 2021

Inilah Rusman Maamoer, Pengusaha Indonesia yang Membawa Pengaruh Besar

Dalam dunia bisnis dan ekonomi, nama Rusman Maamoer pasti banyak dikenal oleh para pengusaha terutama perungashaa yang  bisnisnya berkaitan dengan ajaran Islam. Pasalnya Rusman adalah  adalah pendiri dari sebuah jaringan pasar swalayan islami bernama Tip Tip Supermarket & Departement Store. Jaringan pasar swalayan tersebut bisnisnya bergerak dengan menerapkan berbagai cara yang sesuai dengan ajaran islam. Rusman sendiri lahir pada 3 November 1933 silam di Padang, Hindia Belanda dan  meninggal  di Singapura di umurnya yang 74 tahun pada 26 Desember 2007.   Tentu saja  membahas Rusman sebagai salah satu pengusaha yang sukses membawa perubahan besar dalam dunia bisnis dan perdagangan ini sangatlah menarik. Pasalnya dari situ ada banyak pembelajaran yang bisa dipetik seperi halnya informasi penting dalam situs washingtonunitedformarriage.

Pendidikan dan Perjalanan Kehidupan Rusman Maamoer

Nah, tentu saja bidang usaha yang ditekuni oleh Rusman ini tidak jauh dari usaha ayahnya yakni Maamoer yang juga seorang pedagang  dan memegang teguh ajaran islam. Sejak kecil Rusman  dididik dengan ajaran islam yang ketat hal ini mempengaruhi kehidupannya hingga berlanjak dewasa Rusman banyak belajar dari ayahnya tersebut mengenai cara berdagang yang baik sesuai dengan bagaimana ajaran islam yang ada.  Mulai dari situlah bakat usaha dan berdagang milik Rusman berkembang dengan pesat. Sejak kecil, walaupun ia  masih bersekolah tetapi sudah berdagang kecil-kecilan dengan dukungan dari ayahnya secara langsung. Karir berdagangnya tersebut dimulai dari usahanya untuk bedagang kelapa di usianya yang masih 11 tahun.  Untuk menjajakan dagangannya tersebut, ia rela menempuh jarak sejauh 10 KM dari rumahnya sendiri.

Walaupun memang ayahnya begitu mendukung minat Rusman dalam berdagang tetapi ayahnya tersebut sadar bahwa pendidikan yang terpenting sehingga meminta Rusman untuk berhenti berdagang.  Rusman pun akhirnya menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) sesuai bidang dan minatnya dalam perdagangan.  Dengan bekal sarjana ekonomi yang didapatkanya dari universitas bergengsi di Indonesia, ia akhirnya bekerja di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Posisi yang diraihnya dalam tempatnya bekerja ini tidak main-main karena ia berhasil menduduki jabatan sebagai direkur. Walaupun begitu ia tidak puas dengan capaiannya hingga akhirnya  ingin membangun usaha sendiri.

unsplash.com

Lika-Liku Mendirikan Usaha

Mesikipun Rusman Maamoer sudah bekerja selama 7 tahun dan menduduki posisi yang mapan, ia tetap belum puas karena kata hatinya untuk terjun dalam dunia usaha dan mendirikan usaha sendiri belum terwujudkan. Akhirnya dengan berbekal  modal, pengetahuan dan pendiidkan yang dipunyai, Rusman kemudian berhenti dari pekerjaan sebeumnya lalu mendirikan usaha sendiri.  Namun perjalannya untuk mendirikan usaha sendiri ini tidaklah mudah. Sejak tahun 1967, ia menekuni banyak usaha kecil-kecilan seperti usaha properti tetapi  ternyata tidak bisa dikembangkan lebih lanjut. Akhirny Ia harus melakukan perjalanan hingga ke Eropa terlebih dahulu  pada tahun 1978 untuk mencari informasi, pengetahuan dan pandangan baru mengenai dunia usaha.  Lewat pejalanannya yang panjang ini, akhirnya Rusman menetapkan pilihannya untuk terjun dalam dunia bisnis bidang kebutuhan orang setiap harinya.

Dari keputusan yang diambil Rusman pada bisnis usaha yang hendak ditekuninya ini, akhirnya di tahun 1979 ia mendirikan sebuah minimarket pertamanya. Minimarket ini berada di Rawamangun, Jakarta Timur dengan luas 400 meter persegi dan bernama Tip Top Plaza.  Dengan penuh perjuangan dan lika-liku yang berat akhirnya usaha tersebut bisa berkembang dengan pesat.  Akibatnya setiap tahun dirinya harus memperluas minimarket yang dipunyai tersebut.  Hanya dalam kurun waktu 6 tahun saja yakni di tahun 1985, minimarket TIP TOP  tidak lagi menjadi minimarket tetapi sudah berhasil menjadi pasar swalayan yang besar. Namnya pun berubah menjadi Tip  Top Supermarket & Departement Store.  Pasar Swalayan tersebut sudah dilengkapi arena bermain anak dan luasnya sendiri sangatlah besar yakni 3000 meter persegi.

unsplash.com

Kejadian yang sempat membuat Rusman Maamoer mengalami kerugian besar dalam menjalankan bisnisnya ini adalah ketika Outlet Tip Tip Rawamangun terbakar habis pada Juni 1991.  Namun Rusman tidak patah semangat dan akhirnya berhasil mebangun kembali outlet tersebut di Oktober 1991.  Bisnisnya pun semakin berkembang lagi dengan dirinya yang membangun berbagai outlet lainnya. Alhasil dirinya berhasil membua outlet kedua di derah ciputat, Tangerang. Berikutnya outlet yang berhasil didirikannya adalah outlet di daerah Cimone Tanggerang tahun 1999. Selang dua tahun setelahnya yakni tahun 2001, outlet Tip Tip dibangun di daerah Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Tidak hanya berhenti sampai situ saja pekembangan outlet Tip Top yang memang berkonsep menarik ini. Di  tahun 2004, Rusman berhasil memperlebar jangkauan bisnisnya dengan membangun outlet di daerah Depok, Jawa Barat.  Tidak terlalu lama sejak pembangunan outlet kelima, Rusman membangun outlet keenam di tahun 2007 yang berlokasi di Pondok Gede, Bekasi.  Outlet ini adalah outlet terakhir yang dbangun Rusman karena dirinya yang meninggal  pada 26 Desember 2007. Walaupun ditinggal oleh Rusman, Tip Top Supermarket & Departement Store tetap berkembang dan diteruskan oleh generasi berikutnya. Dibangunlah outlet ketujuh   selang 7 tahun sepeninggalan Rusman yakni ditahun 2014 yang dibangun pada daerah Tambun Selatan, Bekasi.