December 15, 2019

Dilema Budget, Cukup Aqad Saja atau Harus Resepsi?

Cukup aqad saja atau harus resepsi jika biaya nikah yang dimiliki tidak cukup banyak? Pasalnya, resepsi pernikahan bukan perkara yang murah. Anda perlu budget besar untuk baju pengantin. Belum lagi, untuk menyewa dekorasi, konsumsi, suvenir untuk tamu, juga cetak undangan pernikahan. Tentu saja ini sangat dilematis.

Sebenarnya, mau akad saja atau menyelenggarakan resepsi tetap ada plus minusnya. Mau menyelenggarakan resepsi misalnya, budget harus besar. Setidaknya, ada pengeluaran-pengeluaran utama yang sulit untuk dipangkas seperti yang sudah disebutkan di atas.

Menyelenggarakan akad saja juga terdapat minusnya. Meski hemat biaya dan ber-budget ringan, akan ada efek-efek yang mungkin tidak mengenakkan. Itu pun, belum tentu akan disetujui oleh dua pihak keluarga. Sebab, mau bagaimana pun, sebuah pernikahan selalu melibatkan dua orang beserta keluarga keduanya.

pxhere.com

Menikah Akad Saja Menimbulkan Omongan Negatif

Sampai saat ini, masih banyak orang memberikan stigma negatif terhadap pernikahan yang diselenggarakan tanpa resepsi. Salah satu penyebabnya karena adat. Di beberapa daerah, pesta pernikahan adalah hal yang hampir menjadi wajib.

Pesta pernikahan yang dimaksud sebenarnya bukan pesta yang mewah. Sekadar mengundang tetangga dengan menu makanan soto atau bakso sekadarnya, sudah cukup. Buah tangan yang diberikan untuk tamu undangan juga hanya kerupuk atau jajanan nikah sekadar. Dan itu pun tidak mahal.

Meski demikian, tentu saja persiapannya lumayan panjang. Setidaknya, satu bulan sebelum acara, banyak hal sudah harus dipersiapkan. Termasuk menunjuk siapa saja orang yang akan bekerja membantu menyiapkan dan membuat konsumsi.

Hal-hal semacam itu tidak akan dilewati jika pernikahan dilakukan hanya dengan melangsungkan akad saja. Dan karena itu, menjadi maklum jika orang-orang sekitar membicarakan. Dari pembicaraan-pembicaraan itulah, sangat mungkin isu liar bernada negatif muncul ke permukaan.

pxhere.com

Menimbulkan Prasangka

Banyak kasus seseorang melangsungkan pernikahan karena aib yang telah dia lakukan. Biasanya, pernikahan yang disebabkan oleh hal demikian dilangsungkan dengan diam-diam. Mereka cukup menikah di KUA dan tidak menyelenggarakan acara apapun di rumah masing-masing.

Maka tidak heran. Pernikahan tanpa acara apapun akan menarik orang berprasangka bahwa, pernikahan yang dilakukan adalah pernikahan terpaksa. Banyak orang yang mungkin akan bertanya, apakah ada aib yang terjadi di antara kedua mempelai. Pertanyaan itu akan lebih santer ditanyakan jika kedua mempelai memiliki riwayat prilaku yang tidak menyenangkan.

Beruntung saja jika kedua mempelai memiliki riwayat prilaku yang baik. Dengan sendirinya prasangka semacam itu akan hilang. Atau ada orang-orang yang akan memberikan pembelaan dan mengggap pernikahan tanpa acara resepsi itu adalah hal wajar.

pxhere.com

Tidak Disenangi Beberapa Orang

Kadang-kadang, pesta pernikahan memang bukan pesta untuk dua mempelai saja. Sebaliknya, pesta pernikahan adalah pesta bagi masyarakat, khususnya keluarga dua mempelai. Karena itu, jika pesta pernikahan atau resepsi tidak digelar, sedikit banyak mereka akan kecewa.

Masyarakat sekitar bisa saja berspekulasi, dua mempelai ingin buru-buru menikah sehingga sudah tidak punya waktu untuk mempersiapkan resepsi pernikahan. Ada pula yang memiliki persepsi bahwa keluarga mempelai pelit karena tidak mau berbagi makanan kepada masyarakat lewat resepsi tersebut.

Selain itu, salah seorang dari pihak keluarga mungkin juga tidak menyukai pernikahan tanpa resepsi. Sebab, banyak orang yang menganggap resepsi pernikahan adalah ajang silaturrahmi terutama bagi kerabat yang jauh. Lagi pula, sangat jarang, bukan, kerabat jauh datang jika tidak ada acara-acara tertentu? Karenanya, harapan bisa berkumpul dengan kerabat jauh akan hilang jika resepsi tidak dilakukan.

Ini belum jika ada salah seorang pihak keluarga yang menganggap pernikahan tanpa resepsi adalah aib dan akan menurunkan martabat. Tentu ceritanya akan semakin panjang.

Karena itu, akan lebih baik jika suatu pernikahan dipikirkan matang-matang. Segala dana dipersiapkan dengan baik. Tidak pun resepsi yang diselenggaraan adalah resepsi besar dan mewah, Anda masih tetap bisa menyelenggarakan resepsi pernikahan. Makanan seadanya juga tidak masalah. Buah tangan seadanya pun akan dimaklumi.

Mengapa? Karena ada banyak hal positif yang terjadi jika resepsi pernikahan tetap digelar. Terlepas dari berapa biayanya, resepsi pernikahan akan membuat hubungan kekerabatan semakin erat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *